Angin Muson adalah gerakan massa udara terjadi karena perbedaan tekanan udara yang mencolok antara daratan dan samudera. Proses terjadinya angin muson dipengaruhi oleh dua buah benua di belahan bumi utara dan selatan yang mengapit dua samudera, seperti Benua Asia (di utara) dan Benua Australia (di selatan) yang mengapit Samudera Hindia dan bagian barat daya Samudera Pasifik.
Daerah tropis, angin muson dipengaruhi oleh perbedaan sinar matahari. Pada bulan juli, matahari sedang berada di sekitar garis balik utara (23,5 LU) sehingga Benua Asia mendapat penyinaran maksimal. Oleh karena itu, suhu udara di Benua Asia sangat tinggi melebihi suhu udara di samudera. Akibatnya, daratan Asia menjadi pusat tekanan rendah sedangkan tekanan udara di kedua samudera relatif lebih tinggi.
Angin muson adalah angin yang berhembus setiap enam bulan sekali. Angin ini terjadi karena adanya perbedaan pemanasan bumi antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Angin muson berembus setiap setengah tahun sekali dan selalu berganti arah. Setiap enam bulan sekali terjadi perubahan musim seiring dengan berembusnya angin muson. Secara geografis, Indonesia diapit oleh dua benua, yaitu Asia dan Australia. Perbedaan tekanan udara di kedua benua tersebut mengakibatkan terjadinya angin muson. Angin muson yang berasal dari Asia disebut angin muson barat, dan angin muson yang berasal dari Australia disebut angin muson timur.

No comments:
Post a Comment